TUGAS KELOMPOK
ISD I
Disusun
oleh : Kelompok 1
Kelas :
1IC02
Anggota :
1. AKBAR RIYADIN ( 20416462 )
2. IMANNOEL ( 23416474 )
3. HAFID PRAYOGA ( 23416129 )
4. QABUL
5. RIZALDY MAULANA (
26416536 )
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK MESIN
Banjir Bandang Melanda Kota Bandung
Derasnya
intensitas hujan yang turun di Kota Bandung, pada Senin, 24 Oktober kemarin
membuat sejumlah wilayah di kota kembang ini terendam banjir hingga ketinggian
satu meter. Akibatnya, sejumlah tempat terendam
banjir dan aktivitas warga sempat terhenti hingga surutnya air.
Kawasan yang
terdampak paling parah ada di Jalan Pasteur. Di sepanjang jalan utama ini
air menutupi seluruh jalan layaknya sungai mengalir. Derasnya
arus membuat sejumlah kendaraan tak dapat diselamatkan. Begitu pula seorang
karyawan toko yang ikut menjadi korban keganasan banjir di Bandung.
Lalu apa sebenarnya pemicu banjir Bandung? Salah satunya ialah minimnya
jumlah drainase di kota tersebut.
Pakar tata
kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Denny Zulkaidi menyebutkan ada
berbagai macam faktor penyebab banjir yang terjadi di Kota Bandung. Salah
satunya ialah minimnya jumlah drainase di kota tersebut.
"Yang
harus diperhatikan itu adalah bertambahnya luas kawasan terbangun. Airnya
melimpah tidak meresap, ruang terbuka hijau, sumur serapan, drainase tidak
memadai. Air hujan harusnya masuk ke drainase, tapi malah ke badan jalan,"
kata Denny Zulkaidi, Senin, 24 Oktober 2016, dilansir Antara.
Solusi jangka pendek, kata dia, adalah dengan membersihkan drainase dari
sampah dan sedimentasi. Solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir adalah
memperbanyak ruang terbuka hijau dan ruang terbuka hijau privat di setiap rumah
warga.
"Idealnya
memang jumlah ruang terbuka hijau yang harus dimiliki oleh Pemkot Bandung
adalah 20 persen dari total luas wilayah yang ada," kata dia.
Buruknya
sistem drainase serta kurangnya kesadaran warga yang membuang sampah ke sungai,
diduga menjadi penyebabnya.
"Kita
bicara situasi dan kita bicara ilmiah lah. Kalau bicara situasi, kita Pemkot
Bandung sudah meminta maaf terkait banjir yang terjadi. Kita juga
enggak terlalu paham secara ilmiah, karena berbulan-bulan juga kan
enggak banjir. Tapi pas kemarin ada situasi yang menyebabkan itu.
Tentunya sebagai Pemerintah Kota Bandung, saya Wali Kota, saya minta
maaf," kata Ridwan Kamil.
Cuaca yang
cenderung berubah secara ekstrem dan hujan lebat di daerah Bandung, menjadi hal
yang patut diwaspadai. Efeknya, debit arus sungai bisa saja naik sekejap. Hal
ini bisa berakibat fatal jika tidak segera diantisipasi.
Banjir di Bandung mulai surut, lumpur menumpuk
Banjir besar yang melumpuhkan kota Bandung menyisakan tumpukan lumpur di
seantero kota, ribuan rumah harus dibersihkan dalam kejadian yang tak pernah
terbayangkan sebelumnya.
"Sekarang
sudah mulai normal keadaannya, kendaraan sudah bisa lagi melintas di daerah
yang kemarin paling parah banjirnya seperti Pasteur dan Pagarsih. Tapi lumpur
memang masih menumpuk sampai 10-15 meter di beberapa titik," kata Haryadi,
Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jawa Barat kepada Ging
Ginanjar dari BBC Indonesia.
Sekitar
seribu rumah di empat wilayah mengalami kerusakan, selain sebuah irigasi dan
sebuah sekolah.
"Seorang warga meninggal dunia. Menurut informasiyang kami terima, ia
terpeleset saat hendak menolong seseorang yang terperangkap banjir. Ia terbawa
arus, namun jenazahnya sudah ditemukan, dan sudah pula diserahkan kepada pihak
keluarganya.
Mengutip dari sumber :
Kesimpulan
Menurut berita di atas dapat disimpulkan bahwa gejala alam yang yang
terjadi bukan tanpa sebab, melainkan karena ulah manusia itu sendiri yang
kurang merawat ataupun menjaga alam melainkan malah merusak dikarenakan
kebutuhan individu masing – masing. Banyak yang semestinya dijadikan sebagai
lahan tadah hujan berubah menjadi pemukiman penduduk yang biasanya menyebabkan
banjir dan ulah masyrakat yang tidak peduli tehadap lingkungan.
Solusi yang dapat dilakukan terhadap banjir yang terjadi yaitu, upaya antisipasi yang dilakukan
pihak berwenang harus ditingkatkan. Contohnya :
Membersihkan sampah, gorong-gorong/saluran
air, dan
sedimentasi dan juga harus memperbanyak lahan terbuka hijau di setiap tempat. Masyarakat
juga harus dilibatkan untuk berperan serta menjaga lingkungan agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Dan dalam jangka panjang diperlukan penataan kota yang lebih maupun system
drainase yang mendukung.
Saran yang dapat diambil mungkin para pembaca melalu media internet ini
ikut sama – sama membantu dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik lagi
tidak hanya di bandung melainkan di daerah lain yang masih membutuhkan
pertolongan kita semua. Semoga artikel sederhana ini dapat membantu. Kurang
lebihnya mohon maaf




No comments:
Post a Comment