Tuesday, November 1, 2016

Masalah Sosial (Banjir Bandang Melanda Bandung)



TUGAS KELOMPOK
ISD I




Disusun oleh : Kelompok 1
Kelas : 1IC02
Anggota : 1. AKBAR RIYADIN ( 20416462 )
                                                             2. IMANNOEL ( 23416474 )
                3. HAFID PRAYOGA ( 23416129 )
                                                             4. QABUL
                      5. RIZALDY MAULANA ( 26416536 )


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN




               Banjir Bandang Melanda Kota Bandung




Derasnya intensitas hujan yang turun di Kota Bandung, pada Senin, 24 Oktober kemarin membuat sejumlah wilayah di kota kembang ini terendam banjir hingga ketinggian satu meter. Akibatnya, sejumlah tempat terendam banjir dan aktivitas warga sempat terhenti hingga surutnya air.

Kawasan yang terdampak paling parah ada di Jalan Pasteur. Di sepanjang jalan utama ini air menutupi seluruh jalan layaknya sungai mengalir. Derasnya arus membuat sejumlah kendaraan tak dapat diselamatkan. Begitu pula seorang karyawan toko yang ikut menjadi korban keganasan banjir di Bandung.

Lalu apa sebenarnya pemicu banjir Bandung? Salah satunya ialah minimnya jumlah drainase di kota tersebut.
Pakar tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Denny Zulkaidi menyebutkan ada berbagai macam faktor penyebab banjir yang terjadi di Kota Bandung. Salah satunya ialah minimnya jumlah drainase di kota tersebut.
"Yang harus diperhatikan itu adalah bertambahnya luas kawasan terbangun. Airnya melimpah tidak meresap, ruang terbuka hijau, sumur serapan, drainase tidak memadai. Air hujan harusnya masuk ke drainase, tapi malah ke badan jalan," kata Denny Zulkaidi, Senin, 24 Oktober 2016, dilansir Antara.

Solusi jangka pendek, kata dia, adalah dengan membersihkan drainase dari sampah dan sedimentasi. Solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir adalah memperbanyak ruang terbuka hijau dan ruang terbuka hijau privat di setiap rumah warga.
"Idealnya memang jumlah ruang terbuka hijau yang harus dimiliki oleh Pemkot Bandung adalah 20 persen dari total luas wilayah yang ada," kata dia.

 Buruknya sistem drainase serta kurangnya kesadaran warga yang membuang sampah ke sungai, diduga menjadi penyebabnya.



Adanya banjir bandang yang melanda kawasan yang didominasi bisnis percetakan ini, memang menyisakan kerugian materiil.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta maaf atas peristiwa ini.
"Kita bicara situasi dan kita bicara ilmiah lah. Kalau bicara situasi, kita Pemkot Bandung sudah meminta maaf terkait banjir yang terjadi. Kita juga enggak terlalu paham secara ilmiah, karena berbulan-bulan juga kan enggak banjir. Tapi pas kemarin ada situasi yang menyebabkan itu. Tentunya sebagai Pemerintah Kota Bandung, saya Wali Kota, saya minta maaf," kata Ridwan Kamil.
Cuaca yang cenderung berubah secara ekstrem dan hujan lebat di daerah Bandung, menjadi hal yang patut diwaspadai. Efeknya, debit arus sungai bisa saja naik sekejap. Hal ini bisa berakibat fatal jika tidak segera diantisipasi.




 
Banjir di Bandung mulai surut, lumpur menumpuk


Banjir besar yang melumpuhkan kota Bandung menyisakan tumpukan lumpur di seantero kota, ribuan rumah harus dibersihkan dalam kejadian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
"Sekarang sudah mulai normal keadaannya, kendaraan sudah bisa lagi melintas di daerah yang kemarin paling parah banjirnya seperti Pasteur dan Pagarsih. Tapi lumpur memang masih menumpuk sampai 10-15 meter di beberapa titik," kata Haryadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jawa Barat kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.
Sekitar seribu rumah di empat wilayah mengalami kerusakan, selain sebuah irigasi dan sebuah sekolah.
"Seorang warga meninggal dunia. Menurut informasiyang kami terima, ia terpeleset saat hendak menolong seseorang yang terperangkap banjir. Ia terbawa arus, namun jenazahnya sudah ditemukan, dan sudah pula diserahkan kepada pihak keluarganya.


Mengutip dari sumber :



Kesimpulan

Menurut berita di atas dapat disimpulkan bahwa gejala alam yang yang terjadi bukan tanpa sebab, melainkan karena ulah manusia itu sendiri yang kurang merawat ataupun menjaga alam melainkan malah merusak dikarenakan kebutuhan individu masing – masing. Banyak yang semestinya dijadikan sebagai lahan tadah hujan berubah menjadi pemukiman penduduk yang biasanya menyebabkan banjir dan ulah masyrakat yang tidak peduli tehadap lingkungan.

Solusi yang dapat dilakukan terhadap banjir yang terjadi yaitu, upaya antisipasi yang dilakukan pihak berwenang harus ditingkatkan. Contohnya : Membersihkan sampah, gorong-gorong/saluran air, dan sedimentasi dan juga harus memperbanyak lahan terbuka hijau di setiap tempat. Masyarakat juga harus dilibatkan untuk berperan serta menjaga lingkungan agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Dan dalam jangka panjang diperlukan penataan kota yang lebih maupun system drainase yang mendukung.

Saran yang dapat diambil mungkin para pembaca melalu media internet ini ikut sama – sama membantu dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik lagi tidak hanya di bandung melainkan di daerah lain yang masih membutuhkan pertolongan kita semua. Semoga artikel sederhana ini dapat membantu. Kurang lebihnya mohon maaf


No comments:

Post a Comment