Masalah
sosial (Kemiskinan)
Masalah
Sosial adalah perbedaan antara harapan
dan kenyataan
atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya
(Jenssen, 1992). Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat
sebagai sesuatu kondisi yang tidak diharapkan.
Penyebab masalah sosial:
1.Sebagai akibat dari
perubahan sosial
Perubahan demografi
(pertumbuhan atau pengurangan atau perubahan dalam susunan penduduk), perubahan
ekologi (perubahan
dalam relasi antara (penduduk dengan lingkungannya), perubahan kultural (perubahan
dalam relasi untuk memproduksi hasil ciptaan manusia, termasuk perubahan
teknologi, dan perubahan struktur (perubahan organisasi dan
relasi-relasi sosial). Perubahan-perubahan yang alami umumnya tidak banyak
mendapatkan sorotan atau tanggapan karena dianggap wajar. Sedangkan perubahan
yang terencana sering menimbulkan kritik tajam bila tidak menemukan apa yang
diharapkan atau timbulnya masalah sosial akibat tidak sesuainya harapan dan
kenyataan.
2.Sebagai akibat dari
pembangunan sosial
Pembangunan
sosial adalah suatu proses perubahan sosial yang terencana dan dirancang untuk
meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagai suatu keutuhan, dimana pembangunan
ini dilakukan untuk saling melengkapi dengan dinamika proses pembangunan ekonomi. Namun, ketika proses perubahan ini tidak berjalan
sesuai dengan rencana, maka tujuan dari pembangunan ini tidak akan terwujud,
yang kemudian dapat menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat yang menjadi
target pembangunan ini.
Kemiskinan
adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
1.penyebab individual, atau patologis, yang melihat
kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si
miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak
mengukur pemasukan.
2.penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan
dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota
keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
3.penyebab sub-budaya (subcultural), yang
menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau
dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda
dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
4.penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai
akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh
dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh
orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
penyebab
struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari
struktur sosial.
Kesimpulan:
Menurut pendapat saya untuk memperkecil
kemiskinan salah satunya adalah:
Bantuan kemiskinan,(membantu secara langsung
kepada orang miskin).Dan Pemerintah harus membuat lapangan pekerjaan yang dapat
menyerap banyak tenaga kerja,karena pengangguran adalah salah satu penyebab
terjadinya kemiskinan.
No comments:
Post a Comment